Bibit dan Tanaman, Uncategorized

Mengenal Cempedak, Tanaman Buah Asli Asia Tenggara

Cempedak atau pohon cempedak adalah tanaman asli Asia Tenggara sudah terkenal mulai dari Burma, Thailand dan hingga nusantara seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Banten dan Papua.

 

Buah campedak memiliki rasa yang menyerupai buah nangka sedang aromanya kuat seperti durian. Bentuk buah campedak bulat memanjang, warnanya agak hijau kekuningan dan kecoklatan, memiliki panjang umumnya 40cm dan diameter 20cm.

 

Ciri-ciri Buah Cempedak

 

Kulit buah ini punya duri meski tidak tajam dan kasar, daging buahnya agak tipis, berserat, sedikit lunak dan manis rasanya. Warna dagingnya putih agak kekuning-kuningan serta memiliki aroma kuat. Biji buah cempedak bentuk sedikit bulat namun ukurannya lebih kecil dari biji nangka.

 

Cempedak merupakan famili Moraceae. Buah cempedak ketika di jual di pasaran cukup tinggi padahal bibitnya cukup terjangkau, campedak termasuk buah musiman sehingga jarang di temukan di pasar-pasar modern, oleh karena itu pula buah ini kelasnya lebih tinggi dibanding buah lainnya.

 

Saking jarangnya dipasar makanya cempedak layak untuk dibudidayakan, sebagai investasi jangka menengah atau tambahan uang belanja kita (penghasilan pasif).

Jika tertarik simak langkah Budidaya Cempedak dibawah ini :

Budidaya Cempedak

 

Pemilihan Bibit Cempedak

 

 

Bibit campedak yang diperoleh bisa berasal dari biji buah campedak yang sudah matang di pohon. pastikan memilih biji yang bulat dan besar lalu tanam biji ke dalam polybag media tanam. Kita lakukan penyiraman secara berkala dan teratur. Perawatan polibag biasanya membutuhkan waktu sampai setengah tahun sebelum bibit siap tanam dan dipindahkan.

 

Pemilihan Lahan Untuk Penanaman Bibit Campedak

 

 

Bibit cempedak yang akan kita pindah ke lahan tanam memerlukan beberapa persyaratan serta kondisi tertentu agar bisa tumbuh menjadi pohon yang sehat kemudian menghasilkan buah, pastikan lahan yang kita pilih setidaknya mendekati syarat-syarat dibawah ini :

 

Area kebun/lahan yang dipilih merupakan dataran yang ketinggiannya berada antara 0-1300m diatas laut.

Pastikan area tanamnya memiliki curah hujan antara 1500-2500mm per-tahun, musim kemarau/keringnya pun tak terlampau lama.

Daerahnya memiliki suhu udara optimal diantara 16°C-31,5°C.

Lebih maksimal jika jenis tanahnya aluvial yaitu tanah berpasir atau liat berlempung yang agak dalam serta irigasinya cukup baik.

Untuk keasaman tanah yang disarankan yang gembur dan agak berpasir, pH antara 6-7.

 

Perlu dipahami bahwa syarat-syarat diatas umumnya sudah ada di hampir semua lahan/kebun di wilayah Indonesia, oleh karena itu tak perlu risau dan galau karena bagaimanapun pohon campedak pasti akan tetap tumbuh.

 

Proses Penanaman Bibit Cempedak

 

 

Setelah bibit siap dan lahan atau kebun sudah dipilih maka lebih baik kita olah lahan dulu sebelum bibit kita tanam, berikut langkah-langkahnya :

Bersihkan lahan dari material dan tanaman penggangu seperti; gulma, rumput, sampah plastik, sampah an-organik, batu-batuan dan lain lain.

Cangkul lahan / tanah yang akan ditanami cempedak agar gembur

Beri semua area tanam/kebun yang dipilih dengan pupuk organik/kompos/kandang supaya tanahnya tambah subur

Buatlah lubang tanam berukuran 40cmx40cmx40cm

Buat jarak ideal antar lubang sekitar 10m

Diamkan lubang terkena angin serta sinar matahari minimal 4 hari

 

Jika lubang sudah siap, langkah berikutnya proses penanaman bibit pohon campedak. Berikut langkahnya :

  1. Buka plastik polybag yang berisi bibit dan media tanam secara perlahan, usahakan media tanamnya tidak rusak.
  2. Setelah plastik dibuka maka pindahkan bibit ke lubang yang sudah disiapkan
  3. Pastikan bibit berdiri tegak tepat ditengah lubang jangan sampai miring.
  4. Tutup lubang dengan campuran tanah dan pupuk kompos.
  5. Siram dengan air secukupnya.
  6. Buat tiang penyangga seukuran bibit pohon campedak karena sekarang cuaca susah diprediksi, kadang ada hujan yang diiringi angin kencang yang bisa merobohkan bibit yang baru ditanam.

 

Perawatan Pohon Cempedak

 

 

Pohon campedak merupakan tanaman khas asia tenggara makanya perawatannya pun tak perlu istimewa dan ribet, sebagai catatan saja berikut ini beberapa tips perawatan pohon campedak :

 

Bersihkan sebulan sekali lahan atau kebun dari rumput dan gulma agar tidak mencuri nutrisi dalam tanam.

Jika bibit pohon campedak ditanam saat musim kemarau pastikan kita siram minimal sehari sekali.

Berikan pupuk kompos atau kandang sebulan sekali agar buah jadi lebih manis.

Jika banyak hama dan penyakit menyerang maka beri perlakuan dengan menyemprotkan atau menyuntikan obat sesuai dosis yang tepat.

Jika batang mulai bertunas tandanya pohon akan segera berbuah. Lakukanlah penyiangan pada daun kering sekitar 3m dari batang. Hal ini perlu kita lakukan agar akar mendapat oksigen dan tanah jadi lembab namun tidak terlalu basah.

Jika buah campedak mulai membesar, segeralah bungkus supaya mencegah buah diserang lalat buah, tupai dan lainnya. Pembukus buah bisa menggunakan kantong plastik hitam atau alternatif lainnya.

 

Panen Cempedak

Satu tangkai buah umumnya menghasilkan 3-10 buah. Agar kita tahu buah cempedak siap dipanen maka gunakan jarum lalu tusuk ke tangkai buah dibagian atas atau bisa juga kita tusuk buahnya, jika biji terasa keras artinya buah cukup tua dan bisa kita petik.

 

Berikut video Cara Menanam Cempedak

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *