Posted on

Pupuk Organik Yang Cocok Untuk Tanaman Buah

pupuk organik

Anda yang saat ini sedang berkebun tanaman buah dan merasa bingung mengapa tanaman tidak kunjung subur dan menghasilkan buah dengan lebat. Sudah mencari banyak informasi tentang pupuh buah, namun hasilnya tetap saja nihil. Tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, pada pembahasan kali ini kami akan memberikan solusi tentang bagaimana dan jenis pupuk terbaik yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman buah.

Jawabannya sederhana yaitu Anda bisa menggunakan berbagai jenis pupuk organik untuk menyuburkan tanaman buah yang dimiliki. Hal yang sering menjadi pertanyaan adalah jenis pupuk organik seperti apa yang terbaik untuk digunakan dan bagaimana cara penggunaannya.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap beberapa pertanyaan yang ada di benak Anda.

Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Pupuk Organik dan Berbagai Jenis yang Ada

Pupuk organik merupakan sebutan untuk pupuk yang terbuat dari materi makhluk hidup, seperti sisa tanaman, manusia, dan juga hewan. Pupuk organik yang bisa Anda gunakan bisa berbentuk zat padat atau pun zat cair yang manfaatnya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah.

1.Pupuk Kandang

Jenis pupuk organik yang pertama adalah pupuk kandang yang terbuat dari kotoran hewan. Kotoran hewan yang biasanya digunakan untuk membuat pupuk kandang diantaranya kambing, sapi, ayam, atau domba. Selain kotoran hewan, pupuk kandang juga bisa berasal dari urin hewan yang menjadikan pupuk kandang berbentuk zat cair.

Banyak para petani yang menggunakan kotoran hewan untuk digunakan sebagai pupuk kandang dikarenakan kandungan unsur hara yang sangat tinggi didalamnya. Kandungan seperti fosfor, kalium, nitrogen, kalsium, magnesium, belerang, natrium,besi, dan tembaga yang terdapat di dalam pupuk kandang sangat bermanfaat untuk tanaman.

Berbagai Jenis Pupuk Kandang yang Bisa Dimanfaatkan Pada Tanaman Buah

Kotoran Sapi

Pupuk yang bersumber dari kotoran sapi mempunyai kandungan serat yang tinggi. Serat yang ada di dalamnya termasuk dalam rantai karbon yang perlu mengalami proses dekomposisi lebih lanjut. Proses dekomposisi tersebut membutuhkan Nitrogen yang ada di dalam kotoran, sehingga pupuk yang bersumber dari kotoran sapi sangat tidak dianjurkan untuk digunakan saat dalam keadaan segar.

Saat pupuk digunakan tanpa melalui proses pengomposan terlebih dahulu, maka akibatnya akan terjadi perebutan unsur N antara tanaman buah dan proses dekomposisi.

Kotoran sapi yang telah matang dan siap untuk digunakan apabila sudah berwarna gelap, gembur, tidak lengket, dan bersuhu dingin.

Kotoran Ayam

Banyak para petani yang menyukai kotoran ayam untuk digunakan sebagai pupuk kandang karena reaksinya yang sangat cepat. Pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam memiliki kandungan unsur hara N yang tinggi jika dibandingkan dengan pupuk kandang jenis yang lain. Ditambah lagi unsur hara yang ada di dalam kotoran ayam tersebut bisa langsung diserap tanaman dan tidak perlu proses dekomposisi dahulu.

Banyak para petani yang mencampurkan kotoran ayam dengan campuran sekam padi. Sekam padi yang ikut tercampur di dalam kotoran ayam tersebut akan memperkaya unsur hara di dalam pupuk kandang.

Hal yang patut Anda pertimbangkan saat menggunakan kotoran ayam sebagai pupuk kandang adalah kemungkinan adanya bakteri jenis Salmonella yang terbawa. Selain itu ada juga kekhawatiran terhadap kemungkinan penggunaan obat-obatan atau hormon yang digunakan para peternak ayam yang akan terbawa ke dalam kotoran.

Dikarenakan faktor di atas, maka saat akan memanfaatkan kotoran ayam perlu berhati-hati dan digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Kotoran kambing

Jika dilihat secara kasat mata, kotoran kambing memiliki bentuk seperti butiran bulat yang sangat sukar untuk dipecah. Oleh sebab itu, kotoran kambing perlu dikomposkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pupuk kandang. Kotoran kambing baru bisa digunakan saat memiliki ciri-ciri bersuhu dingin, tidak berbau, dan kering.

Saat akan menggunakan kotoran kambing sebagai pupuk sebaiknya Anda menggunakannya sebagai pupuk yang kedua untuk merangsang pertumbuhan buah. Hal ini perlu Anda lakukan karena di dalam kotoran kambing terdapat unsur K yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan jenis pupuk kandang lain.

Urin Hewan

Urin yang banyak digunakan oleh para petani sebagai pupuk cair adalah urin kelinci. Hal ini dikarenakan di dalam urin kelinci terdapat kandungan unsur hara N yang sangat tinggi dan mencapai 2,7%.

Menggunakan Pupuk Kandang di Lahan Perkebunan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggunakan pupuk kandang di lahan perkebunan yaitu menebarkannya di atas tanah, dicampur di dalam tanah, dan bisa juga diberikan di dalam lubang tanam.

Saat memberikan pupuk kandang pada musim yang pertama, Anda tidak akan melihat hasil yang signifikan. Pemberian pupuk kandang baru terlihat hasilnya setelah musim kedua penanaman dan selanjutnya.

Jika dilihat dari hasil yang diberikan, pupuk kandang yang berasal dari kotoran unggas mampu memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan dengan kotoran sapi dan kambing. Hal ini dapat terjadi dikarenakan unsur hara yang ada di dalam pupuk kandang dapat langsung diserap oleh tanaman buah. Sedangkan disisi yang lain, pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi dan kambing membutuhkan proses penguraian terlebih dahulu.

Nilai Tambah Saat Menggunakan Pupuk Kandang

Saat Anda menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk untuk tanaman, pupuk ini bisa membantu memperbaiki struktur tanah dan mampu menjadikan pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.

Hal penting yang perlu Anda perhatikan saat akan menggunakan pupuk kandang adalah memastikan pupuk yang akan digunakan bersuhu dingin, baunya sudah berkurang, dan wujud aslinya sudah tidak terlihat lagi.

Ciri di atas sangat penting untuk diperhatikan sebab jika belum terlihat ciri di atas, maka itu artinya pupuk belum siap untuk digunakan. Pupuk yang belum siap digunakan tidak akan memberikan hasil yang optimal, sebaliknya resiko terhambatnya pertumbuhan tanaman dan tanaman yang mati harus Anda hadapi.

Cara Sederhana untuk Mengaplikasikannya

Jika Anda ingin mengaplikasikan pupuk kandang, maka cara terbaik adalah dengan membenamkan pupuk ke dalam tanah. Cara seperti ini sebaiknya dilakukan agar penguapan unsur hara menjadi berkurang.

Sedangkan untuk pupuk kandang yang berbentuk cairan, Anda bisa mengaplikasikannya setelah tanaman tumbuh. Tujuannya agar unsur hara yang ada di dalam pupuk kandang mudah diserap oleh tanaman.

2.Pupuk Hijau

Selanjutnya ada pupuk hijau yang bisa Anda manfaatkan sebagai pupuk organik yang cocok untuk tanaman buah. Jika didefinisikan pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari sisa panen atau berasal dari tanaman hijau.  Cara penggunaanya sangat sederhana, dimana tanaman hijau tersebut akan dibenamkan saat masih hijau atau bisa juga setelah dikomposkan.

Sumber pupuk hijau yang banyak digunakan oleh para petani berasal dari sisa tanaman atau sisa panen dan bisa juga tanaman yang ditanam secara khusus untuk digunakan sebagai pupuk.

Biasanya tanaman dengan jenis legume menjadi sumber pupuk hijau yang utama. Hal ini dikarenakan jenis tanaman legume memiliki kandungan hara yang tinggi, selain itu tanaman legume mudah terdekomposisi yang membuat penyediaan hara menjadi lebih cepat.

Pupuk hijau sangat cocok untuk digunakan sebagai pupuk tanaman buah karena memiliki manfaat untuk meningkatkan kandungan organik dan hara di dalam tanah. Dengan demikian pupuk hijau bisa memperbaiki sifat fisik, biologi, dan kimia pada tanah yang kemudian bisa meningkatkan produktivitas tanaman.

Keunggulan Pupuk Hijau yang Perlu Anda Pertimbangkan

Beberapa keunggulan dari pupuk hijau diantaranya mampu mencegah erosi tanah dan sangat cocok untuk daerah yang sulit dijangkau karena bisa dikembangkan secara in situ.

Selain keunggulan di atas pertimbangkan juga beberapa kelemahan yang akan muncul saat menggunakan pupuk hijau. Saat akan menggunakan pupuk hijau setidaknya Anda memerlukan benih untuk menanamnya. Dengan demikian Anda membutuhkan tenaga yang lebih saat akan menggunakannya.  Selain itu, pupuk hijau bisa berpotensi menjadi gulma dan mendatangkan hama pada tanaman buah.

3 Cara Mengaplikasikan Pupuk Hijau

Cara yang pertama bisa dengan membenamkan pupuk hijau ke dalam lahan saat sedang mengolah tanah.

Bisa juga digunakan sebagai mulsa, ada beberapa pupuk hijau yang bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanaman, sebagai contohnya jerami yang seringkali dijadikan mulsa tanaman cabe. Manfaat dari mulsa adalah untuk mencegah erosi dan kelembaban tanah saat tanaman masih berusia muda. Saat mulsa sudah terurai, maka bisa digunakan sebagai sumber hara oleh tanaman inti.

Jika tanaman yang akan digunakan sebagai pupuk hijau memiliki kadar C/N yang tinggi, maka sebaiknya tanaman tersebut diuraikan terlebih dahulu. Tanaman seperti ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai di dalam tanah. Dengan demikian, saat diaplikasikan secara langsung pada tanah akan terjadi perebutan Nitrogen antara tanaman dan proses dekomposisi.

3.Pupuk Kompos

Selanjutnya ada pupuk kompos yang merupakan pupuk yang terbuat dari sisa bahan organik seperti tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses fermentasi.

Ada banyak tanaman yang biasanya digunakan untuk membuat pupuk kompos diantaranya sekam padi, jerami, gulma, sayuran yang sudah membusuk, sabut kelapa, sisa tanaman jagung, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, kotoran hewan, urin, makanan ternak yang terbuang, eceng gondok, dan ganggang biru juga banyak digunakan para petani sebagai sumber membuat pupuk kompos.

5 Manfaat Utama yang Didapatkan dari Penggunaan Kompos

-Pupuk kompos bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah

-Mampu meningkatkan daya tahan dan daya serap air

-Bisa memperbaiki pori-pori di dalam tanah

-Meningkatkan unsur hara di dalam tanah

-Meningkatkan zat hara di dalam tanah berpasir

Cara menggunakan pupuk kompos sangat sederhana, Anda hanya perlu menyebarkannya di sekeliling tanaman. Namun, Anda harus memperhatikan dengan baik pupuk kompos yang layak digunakan. Pastikan temperatur pupuk kompos di bawah 400 derajat Celcius yang menunjukkan pupuk ini sudah matang dan siap digunakan.

Pupuk Kompos VS Pupuk Kimia, Siapa Lebih Unggul?

Jika dibandingkan dengan pupuk kimia, kandungan unsur hara yang ada di dalam pupuk kompos lebih sedikit. Sehingga agar mampu memenuhi kebutuhan hara pada tanaman buah diperlukan pupuk kompos dalam jumlah yang lebih banyak.

Dikarenakan lebih banyak kuantitas saat menggunakan pupuk kompos pada tanaman menjadikan biaya pengangkutan yang diperlukan semakin tinggi. Dalam hal ini biaya operasional saat menggunakan pupuk kompos lebih tinggi jika dibandingkan dengan pupuk kimia.

Hal lain yang patut Anda pertimbangkan saat akan menggunakan pupuk kompos pada tanaman adalah di saat lahan tersebut sebelumnya pernah ditaburi pupuk kimia. Lahan yang pernah ditaburi pupuk kimia memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah, sehingga membutuhkan pupuk kompos yang lebih banyak dibandingkan dengan takaran rata-rata.

Faktor yang menjadi kelebihan pupuk kompos dibandingkan dengan pupuk kimia adalah kandungan unsur hara yang lengkap. Unsur hara yang lengkap sangat membantu tanaman buah untuk bisa tumbuh dengan optimal.

Selain itu di dalam pupuk kompos terdapat juga kandungan asam organik yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia. Asam organik inilah yang akan bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan yang ada di sekitarnya.

4.Humus

Selanjutnya ada humus yang merupakan material organik yang terbuat dari pelapukan daun dan ranting tanaman yang membusuk dan kemudian menjadi humus dan selanjutnya menjadi tanah.

Sumber utama yang digunakan untuk membuat humus adalah ranting pohon, daun, limbah pertanian, kulit kayu, serbuk gergaji, endapan kotoran, sampah rumah tangga, dan berbagai limbah padat perkotaan.

Manfaat utama humus bagi tanaman buah adalah sebagai sumber makanan dan sangat membantu berperan untuk menjada struktur tanah. Humus juga sangat bermanfaat untuk mengikat bahan kimia beracun yang ada di dalam tanah dan air.

6 Ciri Humus yang Berkualitas

1.Perhatikan Warnanya

Pernahkan Anda memperhatikan lahan perkebunan dan menemukan jenis tanah yang berwarna agak gelap dan berapa di lapisan luar tanah. Jenis tanah dengan ciri-ciri seperti inilah yang dinamakan dengan humus.

2.Kemampuan Menyerap Air

Ciri selanjutnya dari humus yang berkualitas adalah daya serap airnya yang sangat tinggi. Daya serap air yang tinggi iniah yang kemudian akan memberikan manfaat lebih kepada tanaman.

3.Berasal dari Bagian Tanaman yang Membusuk

Humus biasanya sangat mudah ditemukan diantara tanaman yang mempunyai daun dan ranting yang lama tertimbun. Sehingga tanah yang ada di sekitarnya menjadi lebih subur dan memiliki manfaat lebih terhadap tanaman.

4.Sangat Bermanfaat untuk Menanam Jenis Tumbuhan Apapun

Humus merupakan jenis tanah yang sangat subur dan sangat baik untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Dengan demikian, bukan hanya tanaman buah yang bisa merasakan manfaat tanah humus, sayur dan berbagai jenis tanaman lainnya bisa memanfaatkan humus.

5.Berada di Lapisan Tanah Paling Atas

Dikarenakan sumber dari humus adalah pembusukan ranting dan daun, maka tanah jenis ini sangat mudah ditemukan di lapisan tanah bagian atas.

6.Meningkatkan Unsur Hara Tanaman

Keberadaan humus dalam dunia pertanian sangat penting karena kemampuannya meningkatkan unsur hara di dalam tanah. Anda hanya perlu mencampurkan tanah biasa dengan humus untuk mengubah kadar hara yang ada di dalam tanah tersebut menjadi lebih baik. Unsur hara yang lebih baik menjadikan tanaman yang akan dihasilkan pun lebih baik.

Humus Itu Bermanfaat! Ini 4 Keunggulannya

1.Sumber Nutrisi Bagi Tumbuhan

Tanaman membutuhkan makanan yang baik dan bernutrisi agar bisa tumbuh dengan optimal. Humus yang Anda campurkan ke dalam tanah mampu memberikan nutrisi yang diperlukan tanaman untuk bisa tumbuh dengan baik. Nutrisi yang lebih baik menjadikan tanaman yang dihasilkan mampu tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil terbaik.

Hal inilah yang menjadikan humus sebagai sumber makanan dan nutrisi yang sangat penting bagi tanaman apapun jenisnya.

2.Menjaga Struktur Tanah di Sekitarnya

Selain bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, humus juga mampu memberikan manfaat untuk menjaga struktur tanah yang ada di sekitarnya. Hal ini dikarenakan humus memiliki kandungan mineral yang mampu menyerap air dan pada akhirnya bisa menjaga tanah dari kekeringan.

3.Sumber Pupuk Alami

Seperti yang telah kami sampaikan di atas bahwa humus berasal dari pembusukan ranting dan dedaunan pohon, hasil dari pembusukan itulah yang saat ini kita kenal dengan nama humus. Humus mempunyai manfaat untuk digunakan sebagai sumber pupuk alami yang bisa membantu pertumbuhan tanaman.

Hal yang unik dari tanah humus adalah proses terbentuknya yang tidak disengaja. Artinya tanah humus tersebut terbentuk melalui proses alam dan tidak memerlukan campur tangan manusia di dalamnya.

Tanah humus banyak ditemui diantara tempat yang mempunyai banyak pohon seperti di lahan perkebunan. Ranting dan daun yang berguguran dari pohon membuat tanah yang ada di sekitarnya menjadi lebih subur.

4.Meningkatkan Kandungan Air Tanah

Humus mempunyai ciri-ciri penting yaitu daya serapnya yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan jenis tanah yang lain. Dengan demikian tanaman yang menggunakan tanah humus akan mendapatkan lebih banyak sumber air karena humus mampu memberikan serapan air yang baik untuk tanaman.

Saat Anda mencampurkan tanah humus dengan tanah jenis lain, maka dalam hal ini kemampuan serapan air pada tanah tersebut akan semakin meningkat dari sebelumnya.

5.Pupuk Organik Buatan

Pupuk organik yang diproduksi di dalam pabrik dan menggunakan peralatan modern dinamakan pupuk organik buatan. Pupuk organik buatan banyak dipilih para petani dengan alasan lebih mudah didapatkan tanpa harus membuat pupuk organik sendiri.

Secara umum manfaat yang akan didapatkan saat menggunakan pupuk organik buatan adalah meningkatkan kandungan unsur hara yang sangat diperlukan tanaman, bisa meningkatkan produktivitas tanaman, mampu merangsang pertumbuhan akar dan batang tanaman, dan bisa membantu menggemburkan dan menyuburkan tanah.

Cara mengaplikasikan pupuk organik buatan biasanya dengan menyebarkannya di sekeliling tanaman agar kandungan unsur hara bisa meningkat dan memberikan manfaat kepada tanaman buah yang diberi pupuk organik buatan.

10++ Manfaat Pupuk Organik Terhadap Tanaman Buah

Tahukah Anda agar tanaman mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi diperlukan karbon organik sekitar 2,5%. Kandungan karbon organik yang menjadi syarat produktivitas tanaman tersebut tidak mampu dipenuhi oleh sebagai besar lahan pertanian intensif, dimana kandungan karbon organik di dalam tanah hanya mampu berada di kisaran 2% saja.

Padahal solusi untuk meningkatkan kadar karbon organik tersebut cukup mudah dan sederhana. Penggunaan pupuk organik sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman buah.

Saat Anda menggunakan pupuk organik dalam jangka panjang, maka manfaat yang akan diperoleh adalah meningkatnya produktivitas lahan pertanian dan mampu mencegah degradasi lahan. Bukan hanya itu saja manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan pupuk organik. Pupuk ini juga sangat berperan penting untuk memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah.

Bahan organik yang digunakan pada pupuk bisa bermanfaat sebagai sumber makanan untuk mikroba tanah. Sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan aktivitas mikroba untuk menyediakan unsur hara yang bermanfaat untuk tanaman buah.

Peran penting lain yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan pupuk organik adalah kemampuannya mengikat butiran primer menjadi sekunder tanah dalam pembentukan pupuk. Keadaan seperti ini sangat mempengaruhi penyediaan air, suhu tanah, dan penyimpanan air di dalam tanah.

Jika Anda berfokus untuk memperbaiki sifat-sifat tanah, maka bahan organik yang mengandung banyak nitrogen dan karbon bisa sangat bermanfaat untuk digunakan. Gunakan bahan organik seperti jerami dan sekam saat membuat pupuk organik untuk memperbaiki sifat fisik tanah.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Pupuk Organik

Meskipun pupuk organik memiliki banyak sekali manfaat yang berguna untuk tanaman buah, Anda tetap harus waspada dan teliti saat akan menggunakan jenis pupuk ini. Hal ini dikarenakan bisa jadi ada limbah industri dan limbah kota yang tercampur di dalam bahan dasar pupuk organik. Saat ini terjadi kandungan logam berat dan asam organik akan meningkat di dalam pupuk dan akhirnya bisa mencemari lingkungan.

Sangat penting untuk memperhatikan dengan baik dan melakukan seleksi bahan dasar pupuk organik sebelum mengaplikasikannya ke dalam tanaman buah.

Unsur Hara yang Bermanfaat Bagi Tanaman Buah yang Ada di Dalam Pupuk Organik

Pupuk organik yang Anda gunakan sebagai pupuk untuk tanaman buah memiliki peranan penting untuk menyediakan unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman dalam pertumbuhannya.

Unsur hara yang sangat bermanfaat diantaranya nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, sulfur, magnesium, zink, tembaga, mangan, besi, barium, dan kobalt.

Mari kita bahas satu per satu!

1.Nitrogen (N)

Kandungan Nitrogen yang ada di dalam pupuk organik bisa bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keselutuhan. Nitrogen juga bermanfaat untuk sintesis asam amino dan protein di dalam tanaman dan termasuk bagian dari sel tanaman itu sendiri.

Kandungan Nitrogen yang seimbang di dalam tanaman buah bisa membantu pertumbuhan lebar daun, panjang daun, ukuran batang, dan tinggi batang. Dengan demikian, tanaman buah yang kekurangan unsus Nitrogen memiliki ciri-ciri daun yang kuning, daun yang cepat mati, pertumbuhan yang kerdil, dan ukuran batang yang pendek.

2.Fosfor (P)

Selanjutnya ada Fosfor yang sangat bermanfaat untuk mengangkut hasil metabolisme dalam tanaman buah. Kandungan fosfor di dalam pupuk organik membantu untuk merangsang pembuahan, pertumbuhan akar tanaman, pembentukan biji, dan memperbesar jaringan sel pada tanaman.

Saat tanaman kekurangan unsur fosfor, maka salah satu ciri yang mudah diketahui adalah ukuran tanaman yang kerdil dan daun yang berwana ungu kemerahan.

3.Kalium (K)

Kalium merupakan unsur hara yang berperan penting untuk membantu proses fotosintesis dan mengangkut enzim dan mineral pada tanamah buah. Kalium juga memiliki peranan penting untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap berbagai penyakit.

Tidak sulit untuk menemukan tanaman buah yang kekurangan unsur Kalium, gejala yang sering ditemui adalah daun tanaman yang berwarna hijau gelap dan terlihat tidak segar, ujung daun yang kering dan kuning, dan timbulnya bercak coklat padapucuk daun.

15++ Kelebihan Pupuk Organik yang Sangat Bermanfaat untuk Tanaman Buah

1.Saat Menggunakan bahan-bahan organik dan tambahan bantuan dari jasad renik yang ada di dalam tanah membuatnya berubah menjadi humus. Humus inilah yang nantinya bermanfaat untuk merekatkan butir-butir tanah saat membentuk gumpalan. Dengan adanya hal ini, susunan tanah bisa menjadi lebih baik dan mengurangi resiko erosi yang bisa saja terjadi.

2.Pemberian pupuk organik pada tanaman buah bisa meningkatkan unsur hara di dalam tanah. Peningkatkan unsur hara yang ada di dalam tanah akan memberikan pengaruh dalam jangka panjang.

3.Pupuk organik yang Anda gunakan sebagai tambahan nutrisi ternyata sangat berpangaruh terhadap perbaikan struktur tanah. Dengan demikian sifat fisik dan kimia pada tanah akan lebih baik dengan pemberikan pupuk tanah.

4.Pupuk organik yang diberikan pada jenis tanah yang berpasir akan menjadikan daya ikat tanah akan semakin meningkat dari sebelumnya.

5.Berubahnya sifat biologi tanah yang lebih baik, dimana pupuk organik menjadikan jasad renik menjadi hidup di dalam tanah.

6.Penggunaan pupuk organik pada tanaman buah juga bisa meningkatkan populasi musuh alami patogen.

7.Pupuk organik bisa didapatkan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan pupuk anorganik. Biaya akan semakin murah jika Anda mampu membuat pupuk organik sendiri.

8.Unsur hara mikro dari pupuk organik lebih lengkap dibandingkan dengan unsur mikro yang ada di dalam pupuk anorganik.

9.Dengan menggunakan pupuk organik, maka secara tidak langsung Anda memberikan kehidupan bagi mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Mikroorganisme inilah yang nantinya akan sangat membantu para petani meningkatkan produktivitas tanaman buah.

10.Peran penting yang akan Anda dapatkan saat menggunakan pupuk organik adalah kemampuannya untuk melepaskan unsur hara secara perlahan dan berkelanjutan. Kemampuan inilah yang mampu untuk menghindari tanaman dari keracunan akibat kelebihan unsur hara pada tanah.

11.Pupuk organik juga sangat bermanfaat untuk mengurangi tekanan pada struktur tanah dan menjaga kelembaban tanah.

12.Penggunaan pupuk organik membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah. Dimana lapisan atas tanah inilah yang memiliki kandungan hara yang tinggi.

13.Peran penting lain yang akan Anda dapatkan saat memakai pupuk organik adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesuburan tanah.

14.Pupuk organik mudah tersedia dan sangat mudah didapatkan untuk digunakan menyuburkan tanaman.

15.Jika dibandingkan dengan tanaman yang diberi pupuk anorganik, tanaman yang menggunakan pupuk organik memiliki kualitas lebih baik

16.Tanaman yang menggunakan pupuk organik selama proses pertumbuhan terbukti lebih sehat dengan kandungan nutrisi yang lebih banyak dan lengkap.

17.Hal yang tidak kalah penting dari keberadaan pupuk organik adalah manfaatnya bagi petani, dimana produktivitas lahan pertanian akan semakin meningkat. Ini bisa terjadi dikarenakan saat kadar kandungan bahan organik meningkat, maka hal ini akan memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah atau pun lahan pertanian. Sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi produktivitas lahan pertanian itu sendiri.

Kekurangan yang Perlu Diwaspadai Saat Menggunakan Pupuk Organik Pada Tanaman Buah

Banyaknya kelebihan yang didapatkan saat menggunakan pupuk organik tentu sangat menguntungkan para petani yang menggunakannya. Namun, Anda tetap harus mewaspadai beberapa kekurangan di bawah ini saat akan menggunakan pupuk organik.

1.Kekurangan yang pertama adalah pupuk organik yang digunakan bisa jadi sumber pembawa hama penyakit karena di dalamnya terkandung larva atau telur serangga.

2.Kandungan hara yang ada di dalam pupuk organik sulit diperkirakan. Sehingga para petani yang baru menggunakan pupuk organik sering mengalami kesulitan saat akan menggunakannya.

3.Respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik cenderung lebih lambat. Hal ini dikarenakan pupuk organik memiliki sifat yang slow release.

4.Kekurangan terakhir yang perlu Anda pertimbangkan adalah kandungan unsur hara yang ada di dalam pupuk organik lebih rendah dari pupuk anorganik. Dengan demikian agar bisa mendapatkan hasil yang optimal, para petani harus menggunakan dosis pupuk yang lebih tinggi.

Jika penjelasan tentang berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan pupuk organik sudah dipahami dengan baik. Selanjutnya kita akan masuk ke dalam pembahasan tentang bagaimana cara sederhana untuk membuat pupuk organik.

Langkah yang kami sampaikan di bawah ini diharapkan bisa membantu para pemula yang ingin membuat pupuk organik dengan biaya yang lebih murah.

Cara Sederhana Membuat Pupuk Organik Padat Dengan Bahan yang Ada

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan berbagai bahan yang akan digunakan untuk membuat pupuk organik padat.

Berikut ini bahan yang perlu dipersiapkan:

-Kotoran ternak (Sapi,Kambing, Domba, atau Kerbau) 2 Ton

-Arang Sekam

-20 liter air

-Jerami yang sudah dicacah

-Serbuk Gergaji

-5 sendok makan gula pasir

-5 sendok makan EM4

Alat Pendukung yang Harus Ada:

-Sarung Tangan

-Cangkul

-Sekop

-Karung Goni

Jika semua bahan dan peralatan di atas sudah dipersiapkan, maka selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mengikuti langkah pembuatan di bawah ini.

-Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan media untuk membuat pupuk. Pastikan berada di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan tidak terkena hujan.

-Setelah media pembuatan pupuk sudah dipersiapkan, Anda bisa mulai membuat dekomposer dengan cara mencampurkan gula pasir dan EM4 ke dalam air.

-Jika langkah di atas sudah dilakukan, maka mulailah mencampurkan kotoran yang sudah dipersiapkan dengan arang sekam secukupnya. Aduk kedua bahan tersebut sampai rata, apabila sudah merata seluruhnya mulailah menambahkan dekomposer ke dalamnya, kemudian aduk kembali sampai rata.

-Setelah selesai, maka Anda bisa mulai menaburkan jerami, bubuk gergaji, dan bahan organik lain ke dalamnya. Aduk lagi sampai merata dan jangan lupa untuk menambahkan dekomposer ke dalamnya.

-Jika tahapan di atas selesai dilakukan, maka tutup rapat tumpukan bahan tersebut dengan menggunakan karung goni dan jerami. Pada hari yang selanjutnya, Anda bisa kembali mengaduk bahan tersebut sampai rata dan jika sudah selesai tutup kembali dengan rapat.

-Langkah terbaik yang bisa Anda lakukan agar bisa menghasilkan pupuk organik yang berkualitas adalah dengan melakukan monitoring secara berkala. Caranya sangat sederhana, Anda hanya perlu memasukan tangan yang sebelumnya dilapisi dengan sarung tangan ke dalam tumpukan bahan pupuk organik tersebut. Jika Anda merasakan suhu pupuk organik tersebut masih panas, maka itu menandakan bahwa pupuk belum siap untuk digunakan.

-Secara umum, pupuk organik yang siap digunakan untuk tanaman buah akan bersuhu normal pada hari ke-4.

Pupuk Cair Organik! Ini Cara Membuatnya

Selain menggunakan pupuk padat, tanaman buah akan semakin baik kualitasnya jika ditambahkan dengan pupuk organik cair. Cara membuatnya pun sangat sederhana, berikut ini kami akan sampaikan penjelasannya untuk Anda.

Ada banyak sekali bahan pembuatan pupuk organik cair yang bisa Anda gunakan. Bahan yang pertama bisa berasal dari kotoran ayam atau limbah sayuran yang sangat cocok untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun pada tanaman buah.

Bahan yang kedua, Anda bisa menggunakan kotoran sapi, kotoran kambing, dan sekam padi yang bisa digunakan untuk membantu pertumbuhan buah.

Anda bisa juga menggunakan buah-buahan yang sudah membusuk yang memiliki fungsi yang sama dengan penggunaan bahan yang kedua.

Selain 3 bahan di atas, batang pohon pisang ternyata bisa juga Anda manfaatkan untuk membuat pupuk organik cair yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman buah. Pada pembahasan kali ini, kami akan berfokus untuk membahas cara membuat pupuk organik dengan memanfaatkan batang pohon pisang yang banyak tersedia.

Persiapkan Bahan yang Diperlukan:

-Siapkan 1 kg batang pohon pisang, lebih baik pilihlah batang di bagian dalam yang memiliki warna lebih putih.

-200 gr gula merah

-5 ml EM4

-3 lt air

-Ember yang memiliki penutup

-Karung bekas

Langkah Pembuatan Pupuk Cair yang Sederhana

-Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencampurkan gula dengan air ke dalam ember. Aduk terus sampai gula yang ada menjadi larut di dalam air.

-Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memotong batang pohon pisang menjadi potongan yang kecil. Jika sudah selesai masukan ke dalam karung bekas yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

-Lalu Anda bisa memasukan karung yang berisi potongan batang pohon pisang ke dalam ember yang berisi campuran gula dan air. Hal penting yang perlu Anda perhatikan disini adalah usahakan karung terendam seluruhnya di dalam air.

-Tutuplah rapat-rapat ember tersebut dan jangan tempatkan di lokasi yang terkena matahari langsung.

-Biarkan campuran tersebut selama sekitar 10 hari lamanya. Anda juga perlu memastikan tong yang digunakan dibuka 1 kali sehari agar gas yang ada di dalam ember tersebut keluar. Jika sudah selesai jangan lupa untuk menutupnya kembali.

-Hal penting yang perlu Anda lakukan adalah mengecek tingkat kematangan pupuk organik yang dibuat. Ciri khas dari pupuk organik yang matang dan siap untuk digunakan adalah wanginya sangat mirip tape. Namun, jika Anda menemukan bau limbah dan beraroma buruk, maka bisa dipastikan proses yang Anda lakukan gagal dan cairan tersebut harus segera dibuang.

-Jika aroma tape sudah tercium, maka angkatlah karung yang berisi potongan pohon pisang tadi. Dengan cara seperti ini, Anda akan mendapatkan 2 jenis pupuk yaitu pupuk padat dari batang pohon pisang yang ada di dalam karung dan pupuk cair yang ada di dalam ember.

Menggunakan Pupuk Cair Hasil Buatan Sendiri

Jika pupuk cair sudah jadi, maka Anda tinggal menggunakan pupuk tersebut untuk diaplikasikan pada tanaman buah yang ada. Gunakan komposisi 1: 20 yaitu 1 bagian pupuk cair dicampurkan dengan 20 bagian air. Atau Anda bisa juga menggunakan komposisi 1 : 50 yang artinya kandungan pupuk cair sekitar 2% dari keseluruhan bahan cair. Komposisi 1 : 50 bisa Anda gunakan jika pupuk cair akan disemprotkan pada daun, bunga, atau batang tanaman.

Waktu penyemprotan tanaman buah bisa menggunakan interval 1 minggu sekali saat musim kemarau atau bisa juga menggunakan interval 3 hari 1 kali saat musim hujan datang. Pupuk cair yang Anda gunakan akan bermanfaat untuk merangsang buah untuk tumbuh dengan optimal.

Cara yang kami sampaikan di atas bertujuan untuk digunakan pada pertanian dengan skala yang kecil. Jika Anda memiliki luas lahan yang lebih banyak, maka tinggal kali lipatkan saja bahan yang telah kami sampaikan di atas.

EM4 yang kami gunakan di atas digunakan untuk memicu reaksi fermentasi pada bahan yang digunakan untuk membuat pupuk. Jika Anda tidak memiliki EM4 tidak masalah,namun hasil fermentasi akan memakan proses yang lebih lama. Anda bisa mendapatkan EM4 di toko pertanian, biasanya mereka akan menyediakan EM4 untuk digunakan.

Tahap Demi Tahap Mengaplikasikan Pupuk Organik Cair

Penjelasan yang kami sampaikan hanya menjelaskan tentang cara membuat pupuk cair dengan bahan yang ada di sekitar dengan mudah. Takaran yang digunakan sudah kami jelaskan yaitu 1 : 20 atau 1 : 50 yang bisa Anda sesuaikan sendiri.

Ada banyak sekali bahan pupuk organik yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat pupuk cair. Penggunaan bahan-bahan tersebut sangat bergantung pada manfaat yang ingin Anda dapatkan saat menggunakan pupuk cair nantinya.

Berikut ini kami akan menjelaskan tentang tahapan saat akan menggunakan pupuk cair.

-Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan pupuk cair organik yang akan digunakan untuk memupuk tanaman buah.

-Selanjutnya tambahkan air dengan komposisi perbandingan yang telah kami sampaikan di atas.

-Jika pupuk sudah cukup cair dan siap digunakan, langkah selanjutnya adalah masukkan pupuk tersebut ke dalam alat semprot

-Tempat menyemprotkan pupuk cair akan memberikan hasil yang berbeda pada tanaman buah. Anda bisa menyemprotkan pupuk cair pada tanaman yang baru bertunas, jika ingin merangsang pertumbuhannya.

-Bisa juga disemprotkan langsung pada batang dan daun agar bisa menghasilkan pertumbuhan buah atau umbi dengan optimal.

-Hal paling penting yang perlu Anda perhatikan disini adalah interval waktu penyemprotan. Gunakan interval waktu 1 minggu saat musim kemarau dan 3 kali 1 minggu saat musim hujan datang.

Kesimpulan

Ada banyak sekali pupuk organik yang bisa Anda gunakan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang tanaman buah. Mulai dari pupuk kompos, pupuk kandang, tanah humus, dan pupuk hijau yang masing-masing memiliki kelebihan yang bermanfaat untuk tanaman buah.

Hal yang menjadi keunggulan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia adalah kandungan hara yang dimiliki lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia. Selain itu penggunaan pupuk organik juga sangat aman dan tidak merusak lingkungan yang ada di sekitar tanaman.

Demikianlah penjelasan lengkap berkaitan tentang pupuk organik yang bisa Anda gunakan pada tanaman buah. Semoga penjelasan yang kami sampaikan di atas bisa memberikan banyak inspirasi kepada Anda semua.


Dapatkan Katalog Lengkap Bibit
Tanaman buah unggul


Bibit Tanaman Buah Online

Marketing Office :Jl. Tegal Danas No. 38 Kp. Bugelsalam RT. 001 RW. 003 Ds. Sertajaya Kec. Cikarang Timur Kab. Bekasi 17823

Office : (021) 28512658

Telp/SMS/WA/Line : 0812 8342 7293

PIN BB : D9DACC56


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *